Hari Penyu Sedunia

Table of Contents

 Hari-Penyu-Sedunia


Gunung Hutan - Sea Turtle Day atau Hari Penyu Sedunia merupakan hari peringatan yang ditetapkan oleh organisasi World Wildlife Fund (WWF) dan dirayakan setiap tanggal 16 Juni di setiap tahunnya.

Penyu merupakan hewan yang masuk kedalam kategori terancam punah dan dilindungi oleh undang-undang.

Setiap tanggal 16 Juni, diperingati sebagai Hari Penyu Sedunia, khusus untuk 7 jenis penyu yang keberadaannya terancam punah. Uniknya dari 7 jenis penyu yang sekarang dilindungi ini, 6 diantaranya ada di Indonesia.

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan fauna yang sangat beragam. Salah satu diantaranya adalah penyu. 

“Bukankah penyu dan kura-kura itu sama?”. 

Jika sekadar dilihat, memang kedua binatang tersebut terlihat sama, tetapi jika melakukan pengamatan lebih jauh maka akan ditemukan perbedaan yang signifikan antara keduanya.

Penyu dan kura-kura merupakan hewan reptil, dengan ciri-ciri yaitu tidak memiliki telinga eksternal dan warna kulitnya beragam. 

Habitat hidup penyu yaitu di laut namun terkadang datang ke darat untuk bertelur, sedangkan habitat hidup kura-kura yaitu di air tawar dan di darat. 

Penyu memiliki bentuk kaki yang pipih yang biasa disebut tungkai/ flipper, sedangkan kura-kura bentuk kakinya tidak pipih namun seperti jari.

Tempurung/ karapas penyu berbentuk pipih tetapi tempurung kura-kura lebih mengarah seperti kubah. 

Penyu pada umumnya bersifat omnivora atau pemakan segala tetapi kura-kura merupakan hewan yang tergolong herbivora atau pemakan tumbuhan.

Penyu memiliki kemampuan lebih handal dari kura-kura; penyu lebih banyak menghabiskan waktu di air sedangkan kura-kura lebih sering di darat; masa hidup penyu adalah 60-80 tahun, sedangkan kura-kura ada yang mencapai 150 tahun.

Penyu sudah ada di dunia sejak zaman dinosaurus.  Adapun jenis penyu yang ada, penyu hijau. 

Dari 7 jenis penyu yang ditemukan di dunia, 6 jenisnya ada di Indonesia kecuali  penyu lekang kempii / kemp’s ridley turtle (Lepidochelys kempi).

Berbeda dengan kura-kura, keberadaan dan kelestarian penyu saat ini sangat memprihatinkan, hal tersebut dikarenakan masih banyaknya penangkapan dan pemanfaatan penyu di kalangan masyarakat. 

Pada umumnya pemanfaatan penyu adalah untuk oleh-oleh, obat-obatan, perdagangan dan konsumsi manusia, yang tentu saja sangat berpengaruh terhadap penurunan populasi penyu saat ini.

Penyu memiliki bentuk mulut dan paruh yang khusus untuk membantu mendapatkan makanannya. 

Penyu sisik bentuk kepala dan paruhnya meruncing yang berguna untuk mencari spons yang merupakan kompetitor terumbu karang, sehingga keberadaan penyu sisik sangat menguntungkan terumbu karang.

Jenis penyu yang dilindungi Undang-Undang itu diantaranya adalah Penyu Hijau (Chelonia Mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricata), Penyu Lekang Kempii (Lepidochelys Kempi),  Penyu Lekang (Lepidochelys Olivachea), Penyu Belimbing (Dermochelys Coriacea),  Penyu Pipih (Natator Depressus) dan Penyu Tempayan (Caretta Caretta).

Penyu Belimbing

Hari-Penyu-Sedunia
Penyu Belimbing

Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) adalah sejenis penyu raksasa dan satu-satunya jenis dari suku Dermochelyidae yang masih hidup. 

Penyu ini merupakan penyu terbesar di dunia dan merupakan reptil keempat terbesar di dunia setelah tiga jenis buaya. 

Penyu belimbing dikenal oleh beberapa masyarakat dengan sebutan penyu raksasa, kantong atau mabo. 

Nama umumya dalam bahasa inggris adalah Leatherback Sea Turtle.

Jenis ini bisa mudah diidentifikasi dari karapaksnya yang berbentuk seperti garis-garis pada buah belimbing. 

Karapaks ini tidak ditutupi oleh tulang, tetapi hanya ditutupi oleh kulit dan daging berminyak. 

Bentuk kepala dari penyu belimbing kecil, bulat dan tanpa adanya sisik-sisik seperti halnya penyu yang lain. 

Mempunyai paruh yang lemah, tetapi berbentuk tajam, tidak punya permukaan penghancur atau pelumat makanan. 

Bentuk tubuh penyu jantan dewasa lebih pipih dibandingkan dengan penyu betina, plastron mempunyai cekungan ke dalam, pinggul menyempit dan corseletnya tidak sedalam pada penyu betina. 

Warna karapas penyu dewasa kehitam-hitaman atau coklat tua. Di bagian atas dengan bercak-bercak putih dan putih dengan bercak hitam di bagian bawah.

Berat penyu ini dapat mencapai 700 kg dengan panjang dari ujung ekor sampai moncongnya bisa mencapai lebih dari 305 cm. 

Penyu ini bergerak sangat lambat di daratan kering, tetapi ketika berenang merupakan reptil tercepat di dunia dengan kecepatan mencapai 35 Km perjam.

Penyu Belimbing adalah satu-satunya jenis penyu yang tidak memiliki cangkang/ tempurung/ karapas yang keras. Karapasnya berbentuk juring-juring seperti buah belimbing. 

Penyu ini adalah jenis penyu dengan ukuran yang terbesar. Umumnya ditemukan di daerah tropis, tetapi juga dapat ditemukan sampai di daerah perairan dingin.

Di Indonesia banyak dijumpai di daerah kepala burung Papua, pantai Jamursba Medi. 

Pernah ditemukan bertelur di pantai selatan kabupaten Klungkung – Bali. Ditemukan juga bertelur di pesisir selatan pulau Jawa, pantai di Kab. Pacitan Jawa Timur.

Penyu belimbing menyebar sangat luas di dunia. Hewan ini dapat dijumpai di perairan tropis, subtropis, dan infratropis di Samudera Hindia, Samudera Pasifik, dan Samudera Atlantik. 

Populasi paling besar terdapat di seluruh perairan tropis Indo-Australia.

Makanan utama hewan ini adalah ubur-ubur. Penyu belimbing selalu bermigrasi dari pantai satu ke pantai yang lain untuk mencari sarang. 

Masa migrasi hewan ini antara 2 - 3 tahun dengan istirahat antara 9 - 10 hari. Jumlah sarang yang dibuat setiap musim mencapai 6 sarang. 

Telur yang dihasilkan antara 80 - 100 butir. 

Dalam perjalanan hidupnya, hanya sedikit anak penyu yang bisa bertahan sampai dewasa karena banyaknya bahaya di laut bagi bayi penyu yang baru menetas.

Penyu ini sekarang menjadi sangat langka. 

Di Indonesia, penyu ini merupakan hewan yang dilindungi atau tidak boleh diburu sejak tahun 1987 berdasarkan keputusan Menteri Pertanian No. 327/Kpts/Um/5/1978.

Penyu Hijau

Hari-Penyu-Sedunia
Penyu Hijau

Penyu hijau (Chelonia mydas) adalah penyu laut besar yang termasuk dalam keluarga Cheloniidae

Hewan ini adalah satu-satunya spesies dalam golongan Chelonia

Mereka hidup di semua laut tropis dan subtropis, terutama di Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik

Namanya didapat dari lemak bewarna hijau yang terletak di bawah cangkang mereka. 

Jumlah Penyu Hijau semakin berkurang karena banyak diburu untuk diambil pelindung tubuhnya (karapaks dan plastron) sebagai hiasan, telurnya sebagai sumber protein tinggi dan obat, juga dagingnya sebagai bahan makanan. 

Penyu Hijau di tangkarkan di Ujung Genteng Sukabumi.

Ciri-ciri fisik:

  • Memiliki warna kuning kehijauan atau coklat hitam gelap
  • Cangkangnya bulat telur bila dilihat dari atas dan kepalanya relatif kecil dan tumpul
  • Ukuran panjang adalah antara 80 hingga 150 cm dan beratnya dapat mencapai 132 kg
  • Usia untuk kematangan seksualnya tidak pasti; Sampai saat ini diperkirakan 45-50 tahun. Penyu hijau betina bermigrasi dalam wilayah yang luas, antara kawasan mencari makan dan bertelur, tetapi cenderung untuk mengikuti garis pantai dibandingkan menyeberangi lautan terbuka.

Pola makan:

Penyu hijau dewasa serupakan penyu laut herbivora. Makanan utama mereka dalah lamun laut atau alga, yang hidup di perairan tropis da subtropik. 

Tetapi anak-anaknya diasumsikan omnivore untuk mempercepat pertumbuhan tubuh mereka. 

Kemungkinan besar terjadi transisi bertahap saat penyu mencapai besar yang cukup untuk dapat menghindari predatornya.

Penyu Tempayan

Hari-Penyu-Sedunia
Penyu Tempayan

Ciri-ciri Umum

  • Penyu ini berwarna coklat kemerahan, tukik berwarna coklat.
  • Bentuk karapas menyerupai tempayan. Karapas penyu dewasa berwarna cokelat kemerahan dan bagian perutnya (plastron) berwarna kuning pucat.
  • Mempunyai 5 pasang lempengan pada karapasnya.
  • Kepalanya berukuran sangat besar.

Tempat Hidup​

Umumnya ditemukan di daerah tropis. Di Indonesia sampai saat ini hanya ditemukan di perairan saja belum ada laporan penyu ini bertelur di kepulauan Indonesia.

Penyu Tempayan termasuk karnivora, mereka memakan kerang, kepiting, bulu babi, siput, dan ubur-ubur.

DILINDUNGI di Indonesia oleh pemerintah Republik Indonesia sejak tahun 1980 berdasarkan Keputusan menteri Pertanian ​No. 176/Kpts/Um/10/1980.

Penyu Pipih

Hari-Penyu-Sedunia
Penyu Pipih

Penyu Pipih (Natator depressus) adalah spesies penyu yang endemik di landas kontinen Australia. 

Penyu pipih termasuk ke dalam super familia Cheloniidae dan satu-satunya spesies yang ditemukan dalam genus Natator.

Penyu Pipih dewasa memiliki karapas rendah berkubah, dengan tepi terbalik, yang panjangnya sekitar 90-95 cm. 

Karapas berwarna zaitun abu-abu dan plastron berwarna krem. Bayi penyu pipih memiliki karapas abu-abu dengan sisik khas bergaris hitam. Plastron dan tepi karapas berwarna putih.

Spesies ini berada di dalam genus monotipe, Natator, dalam familia Cheloniidae, namanya berarti "perenang" dalam bahasa Latin. 

Depressus, nama spesifik, berarti "pipih" dalam bahasa Latin. Hal ini mengacu pada kerataan tempurung penyu pipih itu. 

Suku Bardi menyebut hewan ini dengan sebutan barwanjan, dan sebutan itu dikenal oleh Wunambil sebagai madumal.

Penyu Pipih biasanya ditemukan di teluk, perairan dangkal, perairan berumput, terumbu karang, muara, dan laguna di pantai utara Australia dan di lepas pantai Papua Nugini.

Spesies ini mendapatkan makan dari Indonesia dan Papua Nugini, tetapi sarangnya hanya terdapat di Australia. 

Sarangnya terdapat di bagian utara Australia, dari Exmouth di Australia Barat hingga Taman Konservasi Mon Repos di Queensland. 

Tempat berkembang biak yang paling signifikan adalah Pulau Crab di barat Selat Torres. 

Perkembangbiakan juga terdapat pada pulau-pulau di bagian selatan Karang Penghalang Besar, dan di daratan pantai dan pulau-pulau lepas pantai utara dari Gladstone.

Ciri-ciri Umum

Karapas dewasa memiliki panjang rata-rata 90 cm (35 in). Bentuknya rendah berkubah, tepi yang terbalik, dan memiliki empat pasang sisik rusuk yang jumlahnya kurang dari sisik rusuk penyu lainnya. 

Bagian atas merupakan bagian perut berwarna zaitun abu-abu, dan lebih pucat. Sepasang sisik tunggal terletak di bagian depan kepala, yang juga membedakan spesies ini.

Penyu Pipih makan berbagai organisme, seperti lamun, invertebrata laut, termasuk moluska, ubur-ubur, dan udang, dan juga ikan. 

Penyu pipih juga mengkonsumsi koral, teripang, dan makhluk bertubuh lunak lainnya.

Spesies ini dianggap rentan terhadap kepunahan di Australia Barat, tetapi Daftar Merah IUCN menganggapnya sebagai data kurang dan tidak dapat dinilai dengan benar. 

Penyu pipih Australia di barat laut Kimberley menghadapi ancaman langsung dari pembangunan industri.

Penyu Pipih merupakan salah satu penyu yang dapat ditemukan di perairan Indonesia. 

Penyu ini menyukai perairan laut dangkal yang jauh dari area terumbu karang. Mereka jarang sekali meninggalkan wilayah perairan dangkal dan hanya bersarang di wilayah utara Australia. Perilakunya sangat berbada dibandingkan dengan spesies penyu lainnya.

Penyu Sisik

Hari-Penyu-Sedunia
Penyu Sisik

Meski telah ada perlindungan global di bawah CITES dan hokum nasional yang berlaku di berbagai negara, perdagangan produk yang berasal dari Penyu Sisik masih banyak ditemukan hingga saat ini. 

Hal ini menjadi salah satu ancaman terbesar pada populasi Penyu sisik. Secara global, populasi penyu ini menurun hingga 80% dalam satu abad terakhir.

  • Nama Ilmiah : Eretmochelys imbricata
  • Status : Sangat Terancam (Critically Endangered)
  • Berat : Berat Penyu Sisik berkisar antara 40 sampai 60 kg
  • Panjang : Panjang Penyu Sisik biasanya kurang dari 1 m, dengan panjang lengkung karapas Penyu Sisik dewasa berkisar 90 cm

Ciri-ciri fisik :

  • Memiliki muka yang kecil dan rahang seperti paruh burung rajawali
  • Sisik penyu ini biasanya bergaris-garis dan terlihat seperti marmer berwarna kuning atau cokelat
  • Terdapat 4 pasang lempengan pada karapasnya
  • ± 130 butir tiap kali bertelur

Pola Makan:

Rahangnya yang keras menunjukkan bahwa penyu jenis ini termasuk hewan karnivora. 

Ia menggunakan paruhnya untuk menangkap mangsa dari celah-celah terumbu karang. 

Makanan utamanya adalah karang lunak, seperti sponges & anemon, juga cumi dan udang.

Penyu Lekang

Hari-Penyu-Sedunia
Penyu Lekang

Selama ratusan tahun Penyu Lekang diburu untuk daging dan kulitnya. Kondisi keberadaannya kini belum pulih setelah dieksploitasi secara berlebihan selama berabad-abad. 

Meski spesies ini memiliki jangkauan yang luas, namun jumlah lokasi penting untuk mereka berkembang biak sangat terbatas. 

Oleh sebab itu, perlindungan pada beberapa wilayah pesisir utama untuk Penyu Lekang sangat perlu dilakukan.

Penyu Lekang akan mencapai kematangan seksualnya pada sekitar usia 12 tahun. Ribuan Penyu Lekang betina akan naik ke permukaan secara serentak untuk bertelur dalam periode 2 hingga 3 hari lamanya. 

Perilaku ini kemungkinan merupakan hasil adaptasi Penyu Lekang untuk melawan predator yang mengancam ketika proses bertelur terjadi. 

Namun, Penyu Lekang seringkali memilih wilayah pesisir yang kecil dan sempit sehingga sarang yang mereka buat saling menimpa satu sama lain. 

Fenomena ini dapat terjadi 2 sampai 7 kali di setiap musimnya.

  • Nama Ilmiah : Lepidochelys olivacea.
  • Status : Rentan (Vulnerable).
  • Populasi : Diperkirakan terdapat lebih dari 800,000 Penyu Lekang betina tersebar di seluruh dunia.
  • Berat : Rata-rata berat Penyu Lekang dewasa sekitar 45 kg.
  • Panjang : Panjang lengkung karapasnya hanya sekitar 70 cm.

Ciri-ciri fisik:

  • Ukurannya paling kecil di Indonesia, terkecil kedua di dunia setelah Penyu Kempi (tidak ada di Indonesia).
  • Karapasnya berwarna hijau tantara.
  • Terdapat 6 pasang lempeng atau lebih pada karapasnya.
  • Dapat bertelur hingga ± 110 butir dalam satu kali bertelur.

Penyu Lekang termasuk hewan omnivora. Makanannya adalah kepiting, udang, lobster, lamun, alga, siput, ikan, dan ubur-ubur.

Penyu Kempi

Hari-Penyu-Sedunia
Penyu Kempi

Penyu Kempi (Lepidochelys kempii), juga disebut penyu belimbing Atlantik, adalah yang paling langka spesies dari penyu dan dunia yang paling terancam punah spesies penyu. 

Ini adalah salah satu dari dua spesies hidup dalam genus Lepidochelys (yang lainnya adalah L. olivacea , penyu lekang zaitun).

Spesies kura-kura ini disebut Kemp's ridley karena Richard Moore Kemp (1825-1908) dari Key West adalah orang pertama yang mengirim spesimen ke Samuel Garman di Harvard, tetapi asal usul nama "ridley" itu sendiri tidak diketahui.

Sebelum istilah populer digunakan (untuk kedua spesies dalam genus), L. kempii setidaknya dikenal sebagai "kura-kura bajingan". 

Setidaknya satu sumber juga menyebut Kemp's Ridley sebagai "kura-kura patah hati". 

Dalam bukunya The Great Ridley Rescue, Pamela Philips mengklaim nama itu diciptakan oleh para nelayan yang menyaksikan penyu mati setelah "berubah menjadi penyu" (di punggung mereka). 

Para nelayan mengatakan kura-kura itu "mati karena patah hati".

Penyu lekang Kemp memakan moluska, krustasea, ubur-ubur, ikan, ganggang atau rumput laut, dan bulu babi. Remaja terutama memakan kepiting.

Mengapa Penyu itu Penting?

Dikarenakan masih banyaknya masyarakat Indonesia yang berburu sarang telur penyu untuk dijual dan dikonsumsi, meskipun semua spesies penyu tersebut merupakan satwa dilindungi dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. 

Tidak hanya itu, perburuan penyu untuk diambil karapasnya dan dijadikan aksesoris seperti gelang, liontin, dan lain sebagainya, hingga diawetkan untuk menjadi pajangan pun masih sangat marak hingga saat ini. 

Hal ini sangat berpengaruh pada populasi penyu di alam dan harus dihentikan sebelum seluruh spesies penyu yang tersebar di perairan Indonesia punah. 

Ancaman utama yang dihadapi oleh penyu laut mencakup perburuan dan perdagangan telur serta bagian-bagian tubuhnya, kerusakan habitat peneluran akibat pembangunan di kawasan pesisir, dan ancaman di laut dari aktivitas perikanan.

Kehidupan penyu terancam karena makin banyaknya sampah di laut,  polusi plastik, perburuan ilegal oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, tertabrak kapal yang melintas dan sebab lainnya. 

Tujuan Hari Penyu Sedunia ini adalah untuk mengajak kita menyelamatkan hewan yang sudah ada sejak zaman dinosaurus tersebut dari kepunahan. Sehingga generasi mendatang tak hanya mengenal penyu dari internet.

Dengan adanya Hari Penyu Sedunia, diharapkan bahwa kepedulian masyarakat terhadap penyu akan meningkat. 

Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk semakin sadar akan populasi penyu yang sudah terancam dan mulai berhenti berburu penyu.

Dalam memperingati hari penyu sedunia perlu diketahui bahwa surga bawah laut Indonesia merupakan rumah bagi mereka, reptil ini sudah ada jutaan lalu sampai sekarang. 

Mereka adalah makhluk purba yang masih tetap hidup bersama kita!

Hukum yang jelas dan tegas, diperlukan untuk menjaga agar si penyu tetap ada dan lestari demi keberlangsungan hidup si penyu pengelana sejati samudera!

Terima Kasih.

Salam Lestari!

Post a Comment