Widget HTML #1

Hari Mangrove Sedunia

Hari-Mangrove-Sedunia

Indonesia sebagai negara maritim, dengan dua per tiga luas wilayahnya adalah lautan serta panjang garis pantai mencapai 108.000 km Indonesia memiliki luas hutan mangrove terbesar di dunia. Luas bakau di Indonesia mencapai 25 persen dari total luas bakau di dunia, namun sebagian kondisinya kritis.

Luas hutan mangrove Indonesia yaitu 3.496.768 hektar, yang tersebar dari pesisir Aceh hingga Papua. Luas hutan mangrove kita mencakup 22,4 persen luasan mangrove dunia; jumlah yang cukup besar. Secara tidak langsung, Indonesia berperan penting sebagai paru-paru alami sekaligus menjaga lapisan ozon yang semakin menipis. 

Namun, pada saat yang sama, Indonesia merupakan penyumbang kerusakan hutan mangrove tertinggi di dunia.

Hutan mangrove merupakan aspek penting dalam kehidupan. Ia menjadi paru-paru bagi bumi, sekaligus melindungi masyarakat pesisir dari risiko terkena gelombang tinggi atau tsunami. Hutan mangrove pun merupakan habitat bagi kerang dan biota laut lainnya, selama memiliki kualitas air laut yang bersih. Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia, tetapi juga kerusakan di wilayah hutan mangrove banyak terjadi di Indonesia. Mangrove merupakan penyelemat ekosistem pesisir.

Sejarah

Setiap 26 Juli, seluruh dunia memperingati Hari Internasional untuk Konservasi Ekosistem Mangrove. Peringatan ini diproklamasikan UNESCO pada 2015. Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem mangrove sebagai "ekosistem yang unik, khusus dan rentan” dan untuk menyarankan solusi untuk pengelolaan, konservasi, dan penggunaannya yang berkelanjutan.

Sejarahnya berawal di Ekuador, Amerika Selatan. Tingginya permintaan pasar ekspor untuk komoditas udang menyebabkan pertumbuhan tambak udang yang mengorbankan hutan-hutan bakau. Bahkan masyarakat lokal banyak yang terusir dari lahan miliknya, sementara di sisi lain tanah dan udara mengalami polusi.

Akhirnya, pada 26 Juli 1998 terjadi aksi besar di Ekuador bersama organisasi lingkungan dari beberapa negara tetangga - Honduras, Guatemala, dan Colombia. Aksi ini menyuarakan keinginan untuk mencanangkan mangrove yang semakin merajalela. Tragisnya, salah seorang aktivis lingkungan yang ikut dalam aksi bersama tersebut mengalami serangan jantung dan meninggal dunia. Selanjutnya, setiap tahun warga negara-negara itu mengenang pengorbanan para pelestari mangrove.

Mangrove dan Kaitannya Dengan Perubahan Iklim

Hutan mangrove atau hutan bakau tumbuh di atas rawa-rawa, payau yang terletak di garis pantai dan dipengaruhi oleh air laut tepatnya di daerah tersebut, tumbuhan yang hidup di hutan mangrove unik karena merupakan gabungan dari ciri- ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Mangrove juga dianggap sebagai tumbuhan dewa karena semua bagiannya bermanfaat bagi manusia hingga biota laut. Mangrove memberikan oksigen melalui sekresi daunnya, batang mangrove, menjaga pesisir dan akarnya seperi cakar yang mengokohkan pulau pulau.

Hutan mangrove berperan untuk mencegah erosi dan abrasi pantai, membentuk pulau dan daerah pesisir, mencegah dan penyaring limbah secara alami, mencagah intrusi air laut, sebagai tempat hidup dan sumber makanan beberapa jenis satwa seperti ikan-ikan kecil, kepiting, kura-kura, burung, monyet dan hewan lainnya yang tinggal di wilayah mangrove.

Bisakah kamu membayangkan bila hutan mangrove di Indonesia kritis? Kesehatan mangrove merupakan salah satu penentu kesehatan ekosistem pesisir dan tentunya berkaitan dengan sumber penghidupan karena mangrove mendukung produktivitas perikanan dan budidaya di sekitarnya.

Lebih luasnya, pelestarian ekosistem mangrove akan mendukung ekonomi biru. Ekonomi biru adalah pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut untuk pertumbuhan ekonomi meningkatkan mata pencaharian dan pekerjaan, serta kesehatan ekosistem ekonomi biru mencakup banyak kegiatan mulai dari transportasi laut, penggunaan energi terbarukan, pariwisata, hingga perubahan iklim.

Dampak dari perubahan iklim pada laut misalnya kenaikan muka air laut, erosi wilayah pesisir, mengubah pola arus samudera dan pengasaman sangat mengejutkan. Pada saat yang sama, lautan merupakan penyerap karbon yang penting dan membantu mengurangi perubahan iklim Dengan menjaga ekosistem mangrove maka artinya kita telah melakukan mitigasi bencana yang dapat disebabkan oleh beragam perubahan tersebut.

Sehingga dengan menjaga ekosistem mangrove artinya kamu tidak hanya melindungi daratan dari erosi, tapi juga menjaga kestabilan ekosistem laut! Mari sadari bahwa setiap konservasi yang kita lakukan akan sangat berdampak pada masa depan bumi kita.

Mangrove Merupakan Ekosistem Pesisir

Pada kawasan hutan mangrove, kerap terjadi pencemaran lingkungan, juga penebangan liar. Dalam hal ini, Polisi Laut berperan penting dalam penjagaan kawasan hutan mangrove. Pemerintah setempat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), beserta masyarakat setempat harus turut berperan dalam menjaga kelestarian hutan mangrove, agar hutan mangrove dapat bekerja dengan baik.

Walaupun bukan isu yang populer di Indonesia, isu lingkungan semacam ini setidaknya menarik perhatian berbagai kalangan. Masalah lingkungan yang kurang mendapat perhatian dari pengamatan yang lambat dan tidak langsung dirasakan. Tidak sedikit masyarakat dari berbagai kalangan melakukan aksi dan kampanye untuk menjaga ekosistem hutan mangrove, tetapi masalah yang terjadi di sana seolah tak kunjung usai.

Hari-Mangrove-Sedunia

Hutan mangrove kita membutuhkan strategi yang tepat dalam melakukan rehabilitasi dan restorasi ekosistem hutan mangrove. Kegiatan rehabilitasi hutan mangrove di Indonesia pernah mengalami kegagalan. Salah satu penyebabnya adalah pemahaman yang salah bahwa rehabilitasi ekosistem mangrove, hanya sebatas menanam kembali bibit mangrove. Padahal tidak demikian.

Program rehabilitasi hutan mangrove memerlukan langkah-langkah yang matang, dimulai dari perencanaan, hingga tahap evaluasi. Manajer Program Ekosistem Kelautan Yayasan Kehati, Yasser Ahmed, melihat perlunya pendampingan pada program rehabilitasi ekosistem mangrove yang dilakukan oleh beberapa pegiat CSR di Indonesia.

Dari aspek ekologi, pemulihan mangrove perlu memperhatikan kondisi lahan dengan menyesuaikan jenis mangrove yang akan ditanam, sehingga bibit mangrove dapat beradaptasi dan bertahan pada lahan tersebut. Metode ini disebut dengan zonasi mangrove. Indonesia memiliki kekayaan jenis mangrove tertinggi di dunia. Namun, jika jenis mangrove yang ditanam bukan pada habitatnya, maka mangrove kemungkinan akan sulit tumbuh atau mati.

Hari Mangrove Sedunia ditetapkan pada Tahun 2015 oleh UNESCO, yang mengamanatkan peringatannya setiap 26 Juli. Hal ini tercantum dalam dokumen Proclamation of the International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem.

Mari Kita bersama menjaga kelestarian ekosistem Mangrove.

Salam Lestari!

Post a Comment for "Hari Mangrove Sedunia"