Kaldera Batur, Bali: Global Geopark (2012)

Table of Contents

 

Kaldera-Batur,-Bali:-Global-Geopark-(2012)

Gunung Batur Bali menjadi Geopark Dunia pertama dari Indonesia, yang ditetapkan secara resmi di Konferensi Geopark Eropa ke-11 di Geopark Auroca Portugal, pada 20 September 2012.

Berada di ketinggian antara 1.000 s.d. 2.172 meter di atas permukaan laut (mdpl), Geopark Batur masuk dalam adminitrasi Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. 

Gunung Batur merupakan salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia, yang menjadi bagian dari rangkaian “Ring of Fire” Pasifik (Cincin Api Pasifik). 

Sejak 1804, gunung Batur telah meletus sebanyak 26 kali.

Pengajuan Kawasan Gunung Batur untuk masuk ke dalam UNESCO Global Geopark Network dimulai dari awal tahun 2012 atas kerjasama antara Geological Association, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Pemerintah Kabupaten Bangli. 

Kaldera Gunung Batur Bali pun dinyatakan resmi tergabung dalam daftar Global Geopark Network (GGN) UNESCO, setelah melalui beberapa penilaian dan studi kelayakan. 

Kaldera-Batur,-Bali:-Global-Geopark-(2012)

Gunung Batur dinilai memenuhi beberapa kriteria sebagai Geopark, salah satunya adalah keterlibatan masyarakat setempat dalam mempromosikan pembangunan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan sebagai upaya konservasi keanekaragaman hayati dan pelestarian budaya, juga sebagai mata pencaharian berkelanjutan.

Beberapa alasan lain, pengajuan Kaldera Batur sebagai Geopark adalah keunikan dan keindahan lanskap geologinya seperti misalnya kawah dan kaldera serta daya tarik danau Batur yang telah menjadi objek wisata andalan di Bali. 

Kaldera-Batur,-Bali:-Global-Geopark-(2012)

Endapan abu letusan Gunung Batur Purba telah menghasilkan material padat dan sangat tebal yang hingga saat ini digunakan sebagai bahan bangunan candi, rumah, dan patung. 

Dari sisi flora dan fauna, gunung Batur memiliki keanekaragaman hayati seperti spesies tanaman hutan, sekelompok monyet yang hidup di sekitar kawah dan juga anjing khas Kintamani yang dikenal dengan sebutan ‘Gembrong’. 

Sedangkan dari sisi budayanya, masyarakat setempat memiliki adat istiadat yang unik seperti tradisi pemakaman yang menempatkan jenazah di bawah pohon Tarumenyan (Mepasah).

Kaldera-Batur,-Bali:-Global-Geopark-(2012)

Melalui UNESCO Global Geopark, geosit Batur menjadi objek konservasi, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi setempat melalui pariwisata berkelanjutan. 

UNESCO Global Geopark mengembangkan program School to Geopark” (program jelajah dan mengenal alam untuk pelajar) dan “Geopark to School” (program sosialisasi informasi ke sekolah tentang lingkungan alam Batur dan warisan bumi).

Salam Lestari!

Post a Comment